Kehangatan dan Keteduhan yang Tak Membuatnya Rapuh
Udara dini hari itu begitu menggigit, membawa jenis kesunyian yang membuat detak jantung sendiri terdengar begitu nyata. Aku menyentuh bahu anak lelakiku pelan, membisikkan ajakan untuk sholat dan doa di sepertiga malam terakhir. Ia mengerang halus, menggeliat di balik selimut tebalnya sembari mengucek mata yang masih berat oleh kantuk yang pekat. Aku melangkah ke ruang tengah…
